|

Perfilman di Indonesia ternyata telah melewati jejak yang panjang. Bioskop atau gambar idoep – karena gambarnya bisa bergerak seperti manusia yang hidup - telah ada di Indonesia sejak tahun 1900. Awalnya memang diperuntukkan bagi konsumsi orang Belanda yang tinggal di kota besar di Indonesia. Film merupakan hiburan dan sekaligus menjadi kebutuhan bagi ‘meneer, mevrouw dan jevrouw’ Belanda yang ingin melampiaskan rasa kangen pada negerinya . Bioskop menjadi tempat reuni keluarga-keluarga Eropa dan pergi ke bioskop menjadi gaya hidup modern seperti pergi ke sociteit , dengan busana bagus dan sepatu mengkilat dan cas-cis-cus berbahasa Belanda. Hal ini juga ditiru oleh pribumi yang punya kedudukan dan kelompok yang disejajarkan kedudukannya dengan Belanda |
|
Read more...
|
|
Pengunjung
We have 2 guests online
'Indonesia’ memasuki era film bicara buatan ‘dalam negeri’ sejak tahun 1931, lewat film Atma De Vischer. |
|
Read more... |
| Kenyataan yang tak dapat dipungkiri , yaitu film Indonesia berbanding 1 : 5 dengan film impor |
|
Read more... |
|
Kebijakan yang berubah-ubah |
Betapa pentingnya film dapat dilihat dari kebijakan Pemerintah . Ada Penetapan Presiden No 1 Th 1964 |
|
Read more... |
|
Antara Harapan , Tantangan dan Kenyataan |
| Tak banyak yang masih ingat ketika tahun 1980 masyarakat resah menyaksikan perkembangan film Indonesia yang |
|
Read more... |